Riset Perkebunan Nusantara

Dukungan PT Riset Perkebunan Nusantara dalam Penguatan Perkebunan Nasional melalui Rencana Pembentukan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP)

Semakin berkurangnya alokasi anggaran APBN dan APBD untuk keberlangsungan usaha perkebunan, mengharuskan para pelaku usaha perkebunan untuk terus mencari alternatif sumber pembiayaan lain dalam menunjang produktivitas perkebunan.

Berdasarkan hasil diskusi Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) dengan PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) pada Rabu, 19 Oktober 2023 yang berlokasi di Kantor Kementerian Pertanian, ialah bahwa terdapat sumber pembiayaan aktivitas perkebunan yang sedang direncanakan yaitu melalui pembentukan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) untuk berbagai komoditas unggul, yakni karet, tebu, kopi, dan kakao. PT RPN menjadi pelaku industri yang mengelola komoditas-komoditas unggul ini.

Pembentukan BPDP tersebut diperkuat dengan Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2015 yang menjelaskan tentang penghimpunan dana perkebunan. Namun, terdapat beberapa regulasi yang akan dijadikan acuan dalam pembentukan BPDP tersebut. Saat ini BPDP yang sudah terbentuk yaitu berfokus pada komoditas kelapa sawit. Sehingga diharapkan program-program dalam pengolaan dana BPDP-KS ini dapat dijadikan sebagai benchmark dalam pembentukan BPDP untuk komoditas unggul lainnya.

Sebagai tindak lanjut pada pertemuan tersebut sekaligus upaya dalam percepatan pembentukan BPDP komoditas unggul lainnnya, perlu diadakan penyusunan kajian dari berbagai aspek terkait pembentukan BPDP tersebut. 

Diharapkan Lembaga Penghimpun Dana Perkebunan atau BPDP untuk komoditas-komoditas unggul ini dapat segera terealisasi pembentukannya, sehingga menjadi titik cerah bagi para pelaku usaha perkebunan dalam menghadapi masalah pembiayaan yang sering terjadi.

Pada akhirnya dukungan program-program peningkatan produktivitas bagi komoditas unggul perkebunan di Indonesia oleh BPDP dan pelaku industri perkebunan merupakan prioritas bersama. Integrasi dan kolaborasi pelaksanaan semua program ini sangat penting untuk didorong demi keberlangsungan hasil komoditas perkebunan baik dari hulu hingga hilir.

Sekretariat (Syhr)

Scroll to Top