Riset Perkebunan Nusantara

Bahan Tanam Unggul

Varietas Dy x P Sungai Pancur 1 (DUMPY)

Varietas Dy x P Sungai Pancur 1 (DUMPY)

  1. Laju pertumbuhan meninggi lambat (40-55 cm/tahun) dan rerata bobot tandan yang tinggi.
  2. Mampu mencapai umur produksi hingga 30 tahun, lebih lama dari varietas lain.
  3. Keragaan batang yang relatif besar, sehingga cocok ditanam di lahan pasang surut untuk mengurangi potensi rebah.
  4. Varietas Dy x P SP1 dirilis pada tahun 1984 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 384/Kpts/TP.204/4/1984.
Varietas Dy x P Sungai Pancur 1 (DUMPY)
Varietas DxP AVROS

Varietas DxP AVROS

  1. Varietas DxP AVROS menjadi material bahan tanaman yang digunakan dalam pengembangan industri kelapa sawit di Indonesia.
  2. Varietas ini dirakit dari Dura Deli yang disilangkan dengan Pisifera turunan SP540T.
  3. DxP AVROS merupakan varietas hasil seleksi awal pada program pemuliaan di PPKS. Varietas ini dirilis pada 25 April 1985 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 315/Kpts/TP.240/4/1985.
Varietas DxP AVROS
Varietas DxP Simalungun

Varietas DxP Simalungun

  1. Varietas DxP Simalungun merupakan hasil perbaikan dan rekombinasi dari tetua-tetua terbaik pada program pemuliaan Reciprocal Recurrent Selection (RRS) siklus pertama.
  2. Sebagai material induk digunakan dura-dura Deli terbaik, sedangkan untuk tetua bapak, digunakan pisifera keturunan SP 540 murni.
  3. Varietas DxP Simalungun dirilis pada 14 Februari 2003 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 137/Kpts/TP.240/2/2003.
Varietas DxP Simalungun
Varietas DxP PPKS 540

Varietas DxP PPKS 540

  1. Karakter unggulan dari varietas ini adalah quick starter dan persentase mesokarp per buah yang sangat tinggi (88 – 90%).
  2. Potensi produksi CPO dari varietas ini mencapai 8-9 ton/ha/tahun. Dengan daya adaptasi yang luas, varietas ini dapat ditanam di berbagai tipe lahan mulai dari areal datar hingga bergelombang.
  3. Varietas DxP PPKS 540 hasil pemuliaan PPKS ini dirilis pada tahun 2007 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 371/Kpts/Sr.120/7/2007.
Varietas DxP PPKS 540
Varietas DxP 540 NG
  1. Memiliki sifat moderat tahan terhadap Ganoderma serta memiliki karakter produksi TBS dan produksi minyak yang sangat baik.
  2. Pada umur 6 tahun, varietas ini dapat menghasilkan 35 ton TBS/ha/tahun dengan tingkat rendemen minyak 26,5 – 27,4%.
  3. Tingkat rendemen yang tinggi disebabkan kandungan mesokarp/buah yang tinggi, yakni 84,5 – 87,5%.
Varietas DxP 540 NG
Varietas DxP Yangambi
  1. Varietas ini memiliki keunggulan pada rerata bobot tandan yang tinggi.
  2. Potensi produksi CPO dan PKO yang tinggi (8,6 ton/ha/tahun).
  3. Varietas DxP Yangambi dirilis pada tahun 1985 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 316/Kpts/TP.240/4/1985.
Varietas DxP Yangambi
Varietas DxP PPKS 718
  1. DxP PPKS 718 merupakan varietas turunan Yangambi yang memiliki karakter bobot tandan yang besar (big bunch), 10% lebih tinggi dari rerata bobot tandan umumnya.
  2. Rerata bobot tandan varietas pada umur 6 - 9 tahun sebesar 22,8 kg/tandan, dan potensi produksi TBS sebesar 32 ton/ha/tahun.
  3. Varietas ini merupakan hasil persilangan spesifik antara Dura DA115D self x LM718T self Dirilis pada tahun 2007 sesuai SK Menteri Pertanian No. 372/Kpts/SR.120/7/2007.
Varietas DxP PPKS 718
Varietas DxP Langkat
  1. DxP Langkat merupakan varietas pertama yang dirakit PPKS dari hasil rekombinasi tetua-tetua terbaik beberapa populasi pisifera.
  2. DxP Langkat merupakan varietas dengan karakter unggul pelepah yang relatif pendek (compact palm) dan potensi CPO hingga 7,2 ton/ha/tahun.
  3. Selain cocok ditanam di areal bergelombang dan berbukit, varietas ini juga dapat mulai berbuah pada umur 22 bulan setelah tanam.
  4. Varietas DxP Langkat dirilis pada tahun 2003 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 136/Kpts/TP.240/2/2003.
Varietas DxP Langkat
Klon GT 1

Klon GT 1 merupakan klon unggul penghasil lateks-kayu dan merupakan klon primer. Pertumbuhan TBM tergolong moderat dan tergolong baik saat TM. Rata-rata produksi karet kering selama 15 tahun sadap mencapai 1.275 kg/ha/tahun. Ketahanan terhadap angin baik, responsif terhadap stimulan, serta resisten terhadap jamur upas, penyakit gugur daun Oidium dan Corynespora.

Klon GT 1
Klon PB 260

Klon PB 260 merupakan klon unggul penghasil lateks hasil persilangan PB 49 x PB 5/51. Rata-rata produksi karet kering selama 10 tahun sadap mencapai 2.200 kg/ha/tahun. Laju pertumbuhan TBM dan TM tergolong sedang. Respon terhadap stimulan sedang dan rentan terhadap KAS. Resistensi terhadap penyakit gugur daun Oidium, Colletotrichum, dan Corynespora tergolong baik dan resisten terhadap serangan jamur upas. Lateks yang dihasilkan dapat diolah menjadi lateks pekat dan SIR 3 WF.

Klon PB 260
Klon BPM 24

Klon BPM 24 merupakan klon unggul penghasil lateks hasil persilangan antara klon GT 1 x AVROS 1734. Rata-rata produksi karet kering selama 8 tahun sadap mencapai 2.095 kg/ha/tahun. Laju pertumbuhan TBM tergolong sedang dan tergolong baik saat TM. Ketahanan terhadap angin sedang, respon terhadap stimulan sedang, resistensi terhadap penyakit gugur daun Corynespora sangat baik, Oidium baik, dan jamur upas tergolong sedang.

Klon BPM 24
Klon BPM 1

Klon BPM 1 merupakan klon unggul penghasil lateks-kayu hasil persilangan antara AVROS 163 x AVROS 308. Pertumbuhan TBM tergolong baik dan TM sangat baik. Rata-rata produksi karet kering selama 15 tahun mencapai 2.106 kg/ha/tahun. Ketahanan terhadap angin baik dan responsif terhadap stimulan. Resistensi terhadap penyakit gugur daun Oidium dan jamur upas tergolong baik, sedangkan terhadap penyakit gugur daun Colletotrichum dan Corynespora tergolong sangat baik.

Klon BPM 1
Klon IRR 112

Klon IRR 112 merupakan penghasil lateks dari hasil persilangan antara LCB IAN 873 x RRIC 110. Pertumbuhan klon sangat jagur dengan matang sadap umur 4 tahun. Potensi produksi karet kering pada tahun ke-6 mencapai 3.271 kg/tahun dan respon terhadap stimulan. Klon ini beradaptasi pada semua kondisi agroklimat dan resisten terhadap serangan gugur daun Corynespora, Colletotrichum, dan jamur upas. Lateks yang dihasilkan sesuai untuk lateks pekat.

Klon IRR 112
Klon IRR 118

Klon IRR 118 merupakan penghasil lateks dari hasil persilangan antara LCB 1320 x FX 2784. Potensi produksi karet kering pada tahun ke-3 mencapai 2.682 kg/tahun dengan rata-rata produksi selama 7 tahun sebesar 2.200 kg/ha/tahun. Klon ini respon terhadap stimulan dan lebih beradaptasi pada kondisi agroklimat kering dengan produksi yang relatif stabil. Klon ini resisten terhadap serangan gugur daun Oidium dan Corynespora di daerah Sumatera Utara, dan moderat di daerah Sumatera Selatan dan Lampung. Lateks yang dihasilkan sesuai untuk SIR 3WF.

Klon IRR 118
Klon IRR 220

Klon IRR 220 merupakan klon unggul penghasil lateks dari hasil persilangan antara PB 260 x IAN 875. Pertumbuhan sangat jagur dengan matang sadap umur 4 tahun. Potensi produksi karet kering pada tahun ke-7 mencapai 3.901 kg/tahun dengan rata-rata produksi selama 8 tahun sebesar 2.487 kg/ha/tahun. Klon ini beradaptasi pada semua kondisi agroklimat, resisten terhadap serangan penyakit gugur daun Corynespora dan Oidium, serta moderat terhadap Colletotrichum dan jamur upas. Lateks yang dihasilkan sesuai untuk SIR 3CV, SIR 3L dan lateks pekat.

Klon IRR 220
Klon IRR 230

Klon IRR 230 merupakan penghasil lateks dari hasil persilangan antara BPM 101 x FX 2784. Pertumbuhan klon sangat jagur dengan matang sadap umur 4 tahun. Potensi produksi karet kering pada tahun ke-4 mencapai 2.567 kg/tahun dengan rata-rata produksi selama 10 tahun mencapai 2.008 kg/ha/tahun. Klon ini sangat respon terhadap stimulan, beradaptasi pada semua kondisi agroklimat, dan moderat resisten terhadap penyakit gugur daun. Lateks yang dihasilkan sesuai untuk SIR 3CV, SIR 3L dan RSS.

Klon IRR 230
Scroll to Top