Skip to main content

Riset Perkebunan Nusantara

RETHINKING RUBBER EXPLOITATION: PT RPN SIAPKAN STRATEGI BARU TINGKATKAN DAYA SAING INDUSTRI KARET

RETHINKING RUBBER EXPLOITATION: PT RPN SIAPKAN STRATEGI BARU TINGKATKAN DAYA SAING INDUSTRI KARET

  • Post by:
  • August 31, 2026
  • Comments off

Bogor, 4 Agustus 2026 – PT Riset Perkebunan Nusantara memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi industri karet nasional melalui forum strategis yang mempertemukan jajaran direksi, pimpinan unit operasional, peneliti, serta para pemangku kepentingan dari Holding Perkebunan Nusantara, PalmCo, SupportingCo, dan Operational Strategic Advisory (OSA).

Mengusung tema Rubber Business Strategy & Execution Forum: Rethinking Rubber Exploitation, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi untuk merumuskan strategi eksploitasi karet yang lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan dalam menjawab dinamika industri perkaretan nasional maupun global.

Direktur Operasional PalmCo, Rediman Silalahi, menegaskan bahwa perubahan kondisi industri harus direspons dengan langkah-langkah strategis yang berpijak pada efisiensi dan keberlanjutan.

“Kondisi bisnis karet saat ini menuntut kita untuk terus beradaptasi. Strategi pengelolaan harus mampu menjaga keseimbangan antara produktivitas, efisiensi biaya, dan keberlanjutan kebun agar perusahaan tetap memiliki daya saing di tengah dinamika industri,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Senior Operational Strategic Advisory (OSA), Ahmad Haslan Saragih, menjelaskan bahwa paradigma pengelolaan perkebunan karet perlu mengalami perubahan mendasar.

“Keberhasilan eksploitasi karet tidak lagi hanya diukur dari tingginya produksi. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana menghasilkan keuntungan yang optimal melalui pengelolaan tanaman yang sehat, produktif, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Di sisi lain, Rizal H. Damanik, DPP Holding PTPN turut menyampaikan bahwa momentum ini menjadi kesempatan untuk mengembalikan dan memperkuat komoditas karet, kopi, kakao, dan kelapa, PTPN Group akan mengoptimalkan komoditas lain, khususnya karet. “Pembangunan kembali karet tetap akan kita lakukan meskipun membutuhkan investasi besar,” jelasnya.

Dalam forum tersebut dibahas berbagai tantangan yang dihadapi industri karet selama satu dekade terakhir, mulai dari volatilitas harga, meningkatnya biaya tenaga kerja penyadap, hingga perlunya penyesuaian sistem penyadapan agar tetap menjaga kesehatan tanaman sebagai aset biologis perusahaan.

Salah satu fokus utama adalah optimalisasi pengelolaan bast capital, yang mencakup kondisi kulit sadap, rotasi panel, kualitas regenerasi kulit, serta kesehatan tajuk tanaman. Seluruh aspek tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas dan umur ekonomis tanaman karet.

Melalui kolaborasi antara peneliti, praktisi, dan manajemen operasional, PT Riset Perkebunan Nusantara terus memperkuat perannya sebagai pusat riset dan inovasi yang mendukung transformasi sektor perkebunan nasional. Pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan implementasi teknologi diharapkan mampu meningkatkan daya saing komoditas karet Indonesia di tengah tantangan pasar global.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata PT RPN dalam membangun sinergi lintas fungsi untuk menghasilkan strategi eksploitasi karet yang lebih inovatif, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan terhadap kemajuan industri perkebunan Indonesia.

Keterangan Lebih Lanjut:

Divisi Sekretariat Perusahaan

PT Riset Perkebunan Nusantara

Ponsel: 0811-1380-3523

Email: [email protected]

Categories: Berita