Riset Perkebunan Nusantara

Teknologi Perbenihan In Vitro Tanaman Sagu Melalui Embriogenesis Somatik

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia

Teknologi Perbenihan In Vitro Tanaman Sagu Melalui Embriogenesis Somatik

Nomor Pendaftaran
IDP000023955
lnvensi ini, mengungkapkan cara meregenerasikan tanaman sagu yang cepat melalui embriogenesis somatik. Tunas pucuk dan daun anakan sagu yang belum mekar ditumbuhkan dalam media MMS (MS modifikasi) yang mengandung kombinasi hormon auksin dan sitokinin, arang aktif 0,2%, sukrosa 3% dan agar Gelrite 2 g/L. Sebanyak 200 mg/L 2,4-0 ditambahkan bersama kinetin berkadar 1 mg/L. Setelah dikulturkan selama 4 minggu dalam kondisi gelap, eksplan tersebut mengembang dan mulai membentuk kalus. Pacta tahapan berikutnya kalus tersebut diinkubasikan dalam kondisi terang agar dihasilkan struktur yang noduler dalam waktu 2-3 bulan. Kalus tersebut bertekstur gembur dan menunjukkan daya proliferasi yang tinggi setelah disubkultur. Pemindahannya ke media serupa dengan kadar 2,4-0 yang telah diturunkan (5-10 mg/L) menghasilkan embrio somatik. Selanjutnya embrio somatik akan berkecambah pacta media MMS dengan BAP 2 mg/L dan lBA 0,5 mg/L dan beregenerasi membentuk planlet pacta media serupa tanpa fitohormon. Pengakaran diinduksi selama 2 minggu dengan menambahkan kombinasi hormon NAA 6 mg/L dan lBA 4 mg/L ke dalam media MMS. Planlet dengan tunas dan sistem perakaran yang telah memadai, diaklimatisasikan in vitro selama 2 minggu. Setelah itu dipindahkan lagi ke pot plastik yang telah dilubangi berisi media campuran tanah dan cocopeat (1:1) lalu diletakkan dalam baki berisi air. Penyesuaian planlet terhadap lingkungan ex vitro dicapai secara bertahap dengan menurunkan kelembaban dalam sungkup dan meningkatkan intensitas cahaya.

Scroll to Top