Riset Perkebunan Nusantara

RPN HADIRKAN MUSEUM GULA INDONESIA: RUMAH SEJARAH DAN INOVASI PERGULAAN

Pasuruan – Sejarah baru industri gula nasional terukir pada Rabu (29/4) di Gedung P3GI, Kota Pasuruan. PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) melalui Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) menggelar soft launching Museum Gula Indonesia dalam rangkaian Pertemuan Teknis IKAGI (Ikatan Ahli Gula Indonesia) 2026.

Museum Gula Indonesia dihadirkan sebagai pusat edukasi dan pelestarian sejarah industri gula nasional yang diharapkan mampu menjadi ruang pembelajaran lintas generasi, mulai dari sejarah pergulaan era kolonial hingga perkembangan industri modern.

Peluncuran museum disambut antusias oleh peserta yang terdiri dari perwakilan pabrik gula, akademisi, peneliti, hingga petani tebu. Kepala P3GI, Aris Lukito, S.P., M.Si., menyampaikan bahwa Gedung P3GI dipilih karena memiliki nilai historis penting dalam perjalanan industri gula Indonesia.

“Kami mengangkat tema awal Museum Gula Indonesia adalah Era Perkebunan Tebu Kolonial hingga Perkebunan Modern. Kita berada di tempat yang sangat historis, yang dulu punya peran besar bagi kemajuan industri gula di Indonesia,” ungkapnya.

Museum Gula Indonesia dirancang tidak sekadar sebagai ruang pajang artefak. Lebih dari itu, museum ini menjadi jembatan ilmu antargenerasi. Generasi terdahulu dapat mengenang perjalanan industri gula, generasi saat ini dapat mempelajari perkembangan teknologi on farm dan off farm, sementara generasi mendatang diharapkan memiliki fondasi kuat untuk melanjutkan cita-cita swasembada gula dan pengembangan bioetanol.

Antusiasme peserta terlihat jelas dalam acara ini. Sejumlah perwakilan pabrik gula menilai museum ini akan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produktivitas, khususnya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan pengembangan bioetanol. “Saya sangat terkesan dengan acara ini. P3GI memang tempatnya para ahli dan pusat ilmu pengetahuan. Semoga Museum Gula Indonesia terus dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujar salah satu peserta.

Dukungan terhadap pengembangan museum juga disampaikan Direktur PT RPN, Iman Yani Harahap. Ia menegaskan bahwa museum ini merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem pengetahuan industri gula nasional.

“Soft launching Museum Gula Indonesia ini bukan hanya momentum seremonial, tetapi titik awal membangun ekosistem pengetahuan yang menghubungkan sejarah panjang industri gula dengan kebutuhan masa depan. Dengan mengambil lokasi di P3GI Pasuruan yang sarat nilai historis, pembelajaran dari era kolonial hingga modern harus menjadi pijakan dalam mendorong inovasi, termasuk penguatan produktivitas, adaptasi perubahan iklim, dan pengembangan bioetanol. Kami meyakini museum ini akan menjadi pusat unggulan yang tidak hanya menyimpan memori, tetapi juga menggerakkan masa depan industri gula nasional,” ujarnya.

 

Saat ini, Museum Gula Indonesia masih dalam tahap pengembangan awal, baik dari sisi koleksi maupun tata pameran. Meski demikian, peluncuran ini menjadi simbol kebangkitan ekosistem pergulaan nasional yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. Soft launching ini sekaligus menandai bahwa perjalanan panjang gula Nusantara, dari masa kolonial menuju swasembada, kini memiliki “rumah abadi” untuk dikenang, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Ke depan, di bawah naungan PT RPN dengan dukungan IKAGI serta seluruh insan pergulaan, Museum Gula Indonesia diharapkan menjadi pusat unggulan yang tidak hanya menyimpan memori sejarah, tetapi juga mendorong inovasi dan kesejahteraan industri gula Indonesia secara berkelanjutan.

 

Keterangan Lebih Lanjut:

Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia

PT Riset Perkebunan Nusantara

Ponsel: 0811-1380-3523

Email: [email protected]

 

Scroll to Top