{"id":5291,"date":"2022-09-30T21:30:16","date_gmt":"2022-09-30T14:30:16","guid":{"rendered":"https:\/\/rpn.co.id\/?p=5291"},"modified":"2022-09-30T21:46:46","modified_gmt":"2022-09-30T14:46:46","slug":"holding-perkebunan-nusantara-ptpn-iii-persero-launching-produk-unggulan-hasil-kerja-sama-riset-indonesia-plantation-forestry-institute","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rpn.co.id\/beta\/holding-perkebunan-nusantara-ptpn-iii-persero-launching-produk-unggulan-hasil-kerja-sama-riset-indonesia-plantation-forestry-institute\/","title":{"rendered":"Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Launching Produk Unggulan Hasil Kerja Sama Riset Indonesia Plantation &#038; Forestry Institute"},"content":{"rendered":"<style type=\"text\/css\"><\/style><section class=\"kc-elm kc-css-3760993 kc_row\"><div class=\"kc-row-container  kc-container\"><div class=\"kc-wrap-columns\"><div class=\"kc-elm kc-css-203800 kc_col-sm-12 kc_column kc_col-sm-12\"><div class=\"kc-col-container\"><div class=\"kc-elm kc-css-4164787 kc_text_block\"><figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full\" src=\"https:\/\/rpn.co.id\/beta\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/ART_2899.-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"2560\" height=\"1589\" \/><\/figure>\n<p><!-- \/wp:image --><\/p>\n<p><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p><strong>Jakarta, 21 September 2022<\/strong> \u2013 Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) bersama Perum Perhutani menggelar <em>launching<\/em> produk unggulan hasil kerja sama riset dengan Indonesia Plantation &#038; Forestry Research Institute (IPFRI). Acara tersebut dilaksanakan secara <em>hybrid<\/em> di Gedung Agro Plaza, Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu, (21\/09\/2022).<\/p>\n<p>Sejumlah produk unggulan yang diluncurkan tersebut, yakni dua produk pupuk bernama Glow Green dan Biosilac, serta tiga bahan tanaman bernama Kakao Varietas ICCRI 09, Klon Jati, dan Klon Kayu Putih.<\/p>\n<p>Pupuk Glow Green, Biosilac, dan bahan tanaman Kakao Varietas ICCRI 09, merupakan hasil pengembangan dan riset yang dilakukan oleh PT Riset Perkebunan Nusantara sebagai anak usaha Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero). Sementara, Klon Jati, dan Klon Kayu Putih, adalah produk hasil riset Perum Perhutani.<\/p>\n<p>Peluncuran produk unggulan tersebut, dihadiri oleh Wakil Menteri BUMN I Pahala N. Mansury, Deputi Bidang SDM Teknologi &#038; Informasi Kementerian BUMN Thedi Barata, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani, dan Direktur Utama Perum Perhutani Wahyu Kuncoro.<\/p>\n<p>Selain peninjauan langsung produk yang di-<em>launching<\/em>, agenda tersebut juga diisi dengan <em>talkshow<\/em> terkait <em>Policy Brief<\/em>: Kajian Analisis Ancaman Resesi Global dan Dampak pada PTPN Group, serta <em>talkshow<\/em> tentang produk bahan tanam\u00a0dan pupuk unggulan PTPN III dan Perhutani.<\/p>\n<p>Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Mohammad Abdul Ghani, dalam sambutannya mengatakan, saat ini, beberapa tantangan yang harus dihadapi sektor perkebunan dan kehutanan, yakni mahalnya harga pupuk, perubahan cuaca dan iklim yang tidak menentu akibat dari <em>climate change<\/em>, serta produktivitas beberapa komoditas perkebunan dan kehutanan yang masih rendah. \u201cOleh karenanya, peran dari <em>research institute<\/em> menjadi sangat penting untuk meningkatkan daya tahan, sekaligus daya saing dari sebuah korporasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Di tahun ini, kata Abdul Ghani, IPFRI telah menghasilkan tiga inovasi unggulan, yakni Pupuk Anorganik Glow Green, Pupuk Hara Mikro BioSilica dan Bahan tanam yaitu Klon Kakao ICCRI 09, Klon Unggul Jati dan Klon Unggul Kayu Putih.<\/p>\n<p>Abdul Ghani menjelaskan, pupuk Anorganik Glow Green dapat menghemat pemakaian pupuk konvensional dan meningkatkan hasil panen. Hal tersebut, dapat menjawab tantangan harga pupuk yang mahal, serta produktivitas tanaman yang rendah. \u201cUntuk mitigasi terjadinya <em>climate change<\/em>, pupuk hara mikro BioSilAc secara fisiologis dapat mengefisienkan penggunaan air pada tanaman hingga 30% sampai 50%, sehingga tanaman lebih tahan cekaman kekeringan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Selain itu, untuk menjawab tantangan terhadap produktivitas, IPFRI juga telah melakukan pengembangan varietas, salah satunya adalah melalui pelepasan varietas Klon Kakao ICCRI 09, Klon Unggul Jati dan Klon Unggul Kayu Putih.<\/p>\n<p>Abdul Ghani mengatakan, Holding Perkebunan Nusantara dan Perhutani, terus berkomitmen untuk menjadikan Indonesia Plantation and Forestry Research Institute (IPFRI) sebagai ujung tombak riset di bidang perkebunan dan kehutanan. \u201cKami menjadikan IPFRI sebagai <em>one stop serving<\/em> bagi kebutuhan teknologi, produk, proses, lingkungan, jasa, dan ekonomi, serta kebijakan di bidang perkebunan dan kehutanan,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum Perhutani, Wahyu Kuncoro, menyampaikan, bahwa sejak dibentuknya IFRI, pihaknya terus berkoordinasi dengan PTPN Group untuk turut berkontribusi aktif mengembangkan inovasi melalui riset terhadap produk-produk kehutanan. \u201cKita harapkan dari IFRI muncul <em>tallent-tallent<\/em> yang bisa berstanbdar internasional dan menghasilkan produk inovasi tinggi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Wahyu mengatakan, Klon Jati, dan Klon Kayu Putih, dikembangkan Perum Perhutani dengan berberapa alasan. Untuk kayu jati, misalnya. Selama ini, masa daur kayu jati relatif panjang dengan rata-rata penambahan lingkar pohon haya 1 cm per tahun. \u201cOleh karena itu, kita sudah riset dan mengembangkan jati yang pertumbuhannya <em>double<\/em>, dimana dalam 20 tahun lingkarnya sudah bisa mencapai 40 cm,\u201d ujar wahyu.<\/p>\n<p>Pun demikian dengan kayu putih. Saat ini, kata Wahyu, kebutuhan kayu putih sekitar 15 ton per tahun. Sementara, dari sisi produksi baru bisa memenuhi 20 % kebutuhan nasional. \u201cUntuk menjawab tantangan tersebut, kami sudah melakukan riset dan pengembangan untuk membuat \u00a0bibit tanam unggul yang mampu menghasilkan klon 3-4 kali lipat dari yang standar,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Peluncuran produk unggulan Indonesia Plantation &#038; Forestry Research Institute, mendapat apresiasi dari Kementerian BUMN. Wakil Menteri BUMN I Pahala N. Mansury, mengatakan, inovasi merupakan salah satu kegiatan yang penting di klaster perkebunan dan kehutanan untuk bisa melakukan pertumbuhan secara <em>profitable<\/em> dan <em>sustainable<\/em>.<\/p>\n<p>Saat ini, kata Pahala, tantangan utama bagi Indonesia adalah terkait independensi dalam bidang energi\u00a0 dan <em>food security<\/em>. Hal itu, mengingat Indonesia masih mengimpor lebih 4 juta ton gula konsumsi dan gula industri per tahunnya. \u201cIni tentu sungguh kondisi yang ironis, karena Indonesia punya kekuatan alam yang melimpah dan bisa terus kita optimalkan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dengan adanya IPFRI, maka ke depan BUMN klaster perkebunan dan kehutanan diharapkan bisa menjawab tantangan tersebut. \u201cDengan kekuatan yang ada, kita bisa terus meningkatkan produksi gula konsumsi, sehingga 5 tahun mendatang, Indonesia bisa mencapai swasembada gula konsumsi.<\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><\/p>\n<p><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p>Sumber: Sekretariat Holding Perkebunan Nusantara<\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><\/p>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/section>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, 21 September 2022 \u2013 Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) bersama Perum Perhutani menggelar launching produk unggulan hasil kerja sama riset dengan Indonesia Plantation &#038; Forestry Research Institute (IPFRI). Acara tersebut dilaksanakan secara hybrid di Gedung Agro Plaza, Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu, (21\/09\/2022). Sejumlah produk unggulan yang diluncurkan tersebut, yakni dua produk pupuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5293,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[287],"tags":[],"class_list":["post-5291","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-berita"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rpn.co.id\/beta\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5291","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rpn.co.id\/beta\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rpn.co.id\/beta\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rpn.co.id\/beta\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rpn.co.id\/beta\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5291"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/rpn.co.id\/beta\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5291\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rpn.co.id\/beta\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5293"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rpn.co.id\/beta\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5291"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rpn.co.id\/beta\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5291"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rpn.co.id\/beta\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5291"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}