Riset Perkebunan Nusantara

Epilog

Jangka Panjang

Riset Perkebunan Nusantara berstrategi dan berorientasi pada Pengembangan Riset dan Bisnis, Visi dan Misi baru yang telah mengantisipasi isu-isu internal dan eksternal, dan mengakomodasi berbagai kepentingan stakeholders. Hal ini akan menjadi dasar perencanaan berbagai kegiatan riset dan bisnis yang diturunkan dari tujuan, strategi, dan program yang akan dijalankan.

Visi
“Menjadi lembaga riset andalan perkebunan untuk mendorong Indonesia menjadi pelaku industri perkebunan terkemuka di dunia”
Misi
Riset Perkebunan Nusantara menyediakan layanan terintegrasi (one stop serving) bagi kebutuhan benih, sarana produksi, teknologi, jasa, analisis ekonomi dan kebijakan untuk kejayaan industri perkebunan nasional.

Berdasarkan hal tersebut, Riset Perkebunan Nusantara akan menghasilkan teknologi dalam bentuk produk dan proses, serta memasarkannya kepada konsumen, terutama:

  1. Benih unggul dengan kualitas dan produktivitas tinggi.
  2. Teknologi dan produk menunjang kegiatan budidaya (hulu), tengah dan hilir yang terintegrasi, serta produk berbasis bioteknologi yang up to date, dan berorientasi green technology.
  3. Jasa konsultansi/kepakaran, capacity building, dan laboratorium.
  4. Analisis ekonomi dan kebijakan pengembangan industri perkebunan.

Program dan Kegiatan Riset dan Bisnis

Dalam jangka panjang, Riset Perkebunan Nusantara melanjutkan pengembangan yang dilakukan terkait: 1) penciptaan teknologi berupa produk dan proses (generating technology) melalui riset/kajian/analisis, dan 2) penciptaan pendapatan (generating income) dari produksi dan pemasaran untuk: a) benih unggul, b) teknologi dan produk hulu-tengah-dan hilir, c) jasa (laboratorium, capacity building, dan konsultansi), dan d) kajian ekonomi dan kebijakan.

Teknologi Siap Pakai

Secara rinci, kegiatan riset/kajian/analisis dan produksi serta pemasaran hasil riset akan bertumpu pada:

  1. Benih unggul komoditi perkebunan dan hortikultura yang dihasilkan dari teknologi in vitro: somatic embryogenesis, kultur embrio, dan kultur jaringan,
  2. Benih unggul yang dihasilkan dari teknologi konvensional: hibrida, non-hibrida, dan klonal,
  3. Produk dan teknologi untuk menjaga dan meningkatkan kesuburan tanah dan tanaman (biofertilizer, pembenah tanah, bioaktivator, biostimulan, pupuk organik, dan formula pupuk anorganik),
  4. Produk dan teknologi untuk proteksi tanaman (biopestisida dan atraktan) dan budidaya lain,
  5. Produk hilir pangan dan pharmaceutical, barang setengah jadi, produk akhir, peralatan dan mesin, serta bioenergi,
  6. Lingkungan (perubahan iklim, produk/pengelolaan limbah, irigasi), 7) budidaya lain, 8) plot teknologi,
  7. Jasa laboratorium (pengujian, kalibrasi, sertifikasi),
  8. Jasa kepakaran dalam rangka capacity building (pelatihan, pendampingan dan pengawalan penerapan teknologi, seminar, workshop, temu lapang, gelar teknologi),
  9. Jasa konsultansi (feasibility study, rekomendasi teknis dan finansial, audit teknologi),
  10. Analisis dan kajian ekonomi komoditi (analisa daya saing, agribisnis komoditas), dan
  11. Analisis, kajian dan komersialisasi data base perkebunan dan outlook pasar serta analisis kebijakan komoditi perkebunan.
Scroll to Top