PROTEKSI TANAMAN
BIOPESTISID

Riset

Produk

  1. Pengembangan formulasi biocoater untuk pengendalian hama PBK dan Helopeltis. [ppkki]
  2. Pengembangan formulasi jamur antagonis Trichoderma harzianum untuk pengendalian penyakit busuk buah dan VSD. [ppkki]
  3. Kajian Mekanisme ketahanan kopi terhadap nematode parasit. [ppkki]
  4. Rekayasa Ketahanan Tanaman Kakao terhadap Penyakit Vascular Streak Diebackmelalui Teknologi Bioimunoregulator. [ppkki]
  5. Produksi Fitoaleksin untuk ketahanan terhadap serangan VSD. [ppkki]
  6. Kajian Epidemiologi penyakit rebah batang pada bibit kopi dan metode pengendaliannya. [ppkki]
  7. Kajian Teknologi nano Silikon dan Boron dalam upaya peningkatan ketahanan kakao terhadap VSD. [ppkki]                 
  8. Aplikasi Agensia Hayati Lactobacillus fermentum Untuk Menghasilkan Kakao Berkualitas Baik dan Bebas Mikotoksin. [ppkki]
  9. Coating Bahan Tanaman dengan Agens Hayati untuk Ketahanan Terhadap Ganoderma. [ppks]  
  10. Pengembangan Teknik Pengendalian Ganoderma Pada Tanaman Kelapa Sawit di Tanah Mineral dan Gambut. [ppks]
  11. Pengendalian Ganodermasecara terpadu pada lahan endemik. [ppks]
  12. Pengendalian Penyakit Ganoderma di Perkebunan Kelapa Sawit dengan Teknik Hibridisasi Tanah Supresif. [ppks]
  13. Introduksi dan reintroduksi kumbang Elaeidobius sp. . [ppks]
  14. Uji Kompatibilitas berbagai isolat Ganoderma. [ppks]
  15. Deteksi Awal Ganodermapada tanah dengan metode Ganohunt. [ppks]
  16. Perakitan kit deteksi dini infeksi Ganoderma sp. pada kelapa sawit. [ppks]
  17.  Pengendalian Terpadu Hama Uret (Lepidiota stigma) di Perkebunan Tebu Rakyat Lahan Kering. [p3gi]
  18. Integrated Disease Management of Sugarcane Streak Mosaic in Indonesia. [p3gi]
  19. Formulasi dan Aplikasi biofungisida pada tanaman karet untuk pengendalian Jamur Akar Putih (JAP),  penyakit cabang dan batang fusarium pada tanaman karet. [ppk]
  20. Pemanfaatan bakteri endofitik/rizosfer untuk pengendalian penyakit jap pada tanaman karet. [ppk]
  21. Pengembangan teknik serologi untuk deteksi dini penyakit JAP pada tanaman karet. [ppk]
  22. Diagnosis dan status penyakit lapuk cabang batang karet. [ppk] 
  23. Pemulihan bidang sadap terserang kering alur sadap (KAS) dengan senyawa oleokimia. [ppk] 
  24. Pengembangan Teknik Pengendalian Ganoderma pada Tanaman Kelapa Sawit di Tanah Mineral dan Gambut. [ppbbi]
  25. Perakitan kit deteksi dini infeksi Ganoderma sp. pada kelapa sawit. [ppbbi]
  1. Marfu-P merupakan biofungisida berbahan aktif konidia dan klamidospora Trichoderma koningii. yang bersifat agen antagonis terhadap penyakit Ganoderma boninense.
  2. Qu Meta: Produk ini diformulasikan dalam bentuk tepung (dust) dengan kandungan spora Metarrhizium anisopliaese untuk larva Oryctes
  3. Donazol: Produk bioinsektisida dengan bahan aktif virus Multiple Nucleo Polyhedral Virus(MNPV) untuk pengendalian ulat api Setothosea asigna dan Setora nitens
  4. Dyceps: Bioinsektisida berbahan aktif jamur Cordyceps militaris yang dapat digunakan untuk pengendalian ulat api.
  5. MikoBlaster: Bioinsektisida dalam bentuk formulasi WP (wettable powder) dengan bahan aktif isolat alami jamur entomopatogenik yang berasal dari lingkungan perkebunan teh.
  6. Metastigma: Jamur entomopatogenik untuk mengendalikan hama uret pada tebu. Aplikasi Metastigma di kebun dapat menyelamatkan 15 – 20 ton tebu per hektar.
  7. Triko SP Plus: Biofungisida untuk mengendalikan serangan jamur akar putih (Rigidoporus lignosus).
  8. Endopalma mengandung berbagai bakteri endofit yang mampu menekan serangan Ganoderma boninense di lapangan. Endoplama juga dapat meningkatkan kesuburan tanah, keragaan dan produktivitas tanaman kelapa sawit.
  9. Greemi-G: formula yang mengandung dua jenis mikroba hijau yang dapat mengendalikan beberapa jenis penyakit tanaman perkebunan, termasuk Ganoderma pada sawit, JAP pada karet dan Phytopthora pada kakao.
  10. Hamago: Bio-repellant atau pengusir serangga berbasis bahan alami yang efektif mengusir hama Helopelthis dan serangga Penggerek Buah Kakao, lalat buah pada jeruk, mangga, dan lainnya.
  11. Mettarib: Bioinsektisida berbahan aktif jamur Metarhizium anisopliae, sangat selektif untuk mengendalikan hama Oryctes rhinoceros pada sawit dan kelapa dan hama tanaman dalam tanah seperti hama boktor tebu (Dorysthenes sp.), dan boktor sengon (Xytrocera festiva).
  12. NirAma: Bioinsektisida yang dibuat untuk pengendalian hama dengan bahan aktif Paecilomyces fumosoroseus. Produk ini digunakan untuk mengendalikan beberapa hama tanaman perkebunan seperti perkebunan teh, kakao, sawit, karet, kopi, dan juga dapat digunakan untuk pertanian organik.

 

HUBUNGI KAMI

PT Riset Perkebunan Nusantara

Jl. Salak No. 1A, Bogor 16128

0251 8333382, 0251 8315985

rpn@rpn.co.id

GALERI