JASA DAN PELAYANAN

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia

Pelatihan

A. Workshop Peran Bioteknologi dalam Konversi Lahan Pasca Tambang untuk Perkebunan dan Kehutanan
Usaha penambangan, khususnya penambangan dengan sistem terbuka membutuhkan area luas yang dalam jangka waktu tertentu digali untuk penambangan. Hal ini dapat menimbulkan perubahan ekosistem dan keragaman sumber daya lokal. Sementara itu, dampak degradasi lahan galian bekas tambang akan menurunkan daya dukung tanah sehingga pencapaian produksi terhadap lahan yang akan dikonversi menjadi lahan produktif tidak dapat optimal.

Workshop yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia, PT Riset Perkebunan Nusantara pada tanggal 23-25 Agustus 2016 merupakan salah satu upaya untuk menghimpun dan menyajikan pemikiran-pemikiran terkini tentang konsep bioteknologi pengelolaan lahan pasca tambang serta konservasi plasma nutfah yang sesuai dengan kondisi agroekologi serta teknologi pendukungnya. Dalam konteks ini riset dan teknologi yang dikembangkan diharapkan dapat memberikan solusi terhadap upaya rehabilitasi untuk pengembangan lahan perkebunan dan kehutanan yang produktif dan berkelanjutan.

Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut Contact Person: Firda (HP: 08563598442, E-mail: firda.dimawarnita@gmail.com Soekarno (HP: 087711244083, E-mail: soekarno17@yahoo.com Fenty (HP: 081380421283, E-mail: fya_jungle@yahoo.com Wibik (HP: 081281786492, E-mail: wibik.g@gmail.com

B. Workshop Perbanyakan Klonal Tanaman Perkebunan melalui Teknologi Somatic Embryogenesis (SE)
Pembangunan perkebunan di Indonesia meningkat pesat dalam dua dekade terakhir. Saat ini Indonesia termasuk negara produsen utama dunia untuk beberapa komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, karet, kopi, kakao, teh, dan tebu. Namun, produktivitas tanaman perkebunan di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. Salah satu faktor penyebabnya adalah rendahnya penggunaan benih unggul.

Kebutuhan benih unggul tanaman perkebunan di Indonesia mencapai ratusan juta per tahun. Penyediaan benih unggul skala massal tersebut dapat dilakukan dengan kultur jaringan, yang salah satunya melalui somatic embryogenesis (SE). Dengan SE memungkinkan proses produksinya diotomatisasi dan discale-up, laju multiplikasi lebih tinggi, perbanyakan klonal tanaman monokotil, serta bibit yang dihasilkan mempunyai akar tunggang sehingga lebih kokoh dan tahan kekeringan. Selain untuk tujuan perbanyakan tanaman, SE pun bermanfaat dalam pemuliaan tanaman in vitro melalui transformasi genetik, rejuvenasi bahan tanam, penyediaan bibit bebas-penyakit, dan konservasi plasma nutfah tanaman secara in vitro.

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) memiliki kemampuan dan pengalaman panjang dalam pengembangan kultur jaringan beberapa tanaman perkebunan melalui SE. Saat ini, puluhan juta benih unggul tanaman perkebunan telah dihasilkan melalui SE dan ditanam di berbagai daerah.

Workshop yang akan diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia pada tanggal 26-28 Juli 2016 bertujuan untuk memberikan pengetahuan, informasi dan pengalaman mengenai teknik perbanyakan klonal tanaman perkebunan melalui somatic embryogenesis (SE) dan pemanfaatan bibit hasil SE di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut

C. Workshop Pengolahan dan Pemanfaatan Limbah Industri Kelapa Sawit dengan Pendekatan Bioteknologi menuju Zero Waste Industry
Bogor, 25-26 Oktober 2016 Contact Person Herti Sugiarti: 0856 1009 934 Sri Wahyuni, MT: 0856 7544 703 Soekarno MP: 0877 1124 4083

 

HUBUNGI KAMI

PT Riset Perkebunan Nusantara

Jl. Salak No. 1A, Bogor 16128

0251 8333382, 0251 8315985

rpn@rpn.co.id

GALERI