SEJARAH

PT RPN didirikan berdasarkan Akta Pendirian Notaris HasbullahAbdul Rasyid, SH., M.Kn di Jakarta pada tanggal 20 November2009 yang kemudian disahkan melalui Keputusan MenteriHukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU-62279.AH.01.tahun 2009 tentang Pengesahan Badan HukumPerseroan, pada tanggal 22 Desember 2009.

PT RPN didirikan melalui proses transformasi dari LRPI. Pendiri sekaligus pemegang saham dari PT RPN adalah 15 perusahaan BUMN yang bergerak dalam bidang usaha perkebunan yaitu PTPN I s/d XIV (Persero) dan PT RNI. PT RNI pada tahun 2013 menyatakan keluar dari PT RPN, dan seluruh saham PT RNI di PT RPN selanjutnya dibeli (buy back) oleh PT RPN.

Cikal bakal LRPI adalah lembaga-lembaga riset yang telah ada sejak zaman kolonial. Lembaga ini melakukan penelitian komoditas komersial yang diusahakan oleh perusahaan perkebunan, yaitu kelapa sawit, karet, kakao, kopi, teh, kina dan gula. Lembaga riset tertua adalah lembaga penelitian gula yang ada di Pasuruan, Jawa Timur yang berdiri pada tahun 1887, sehingga saat ini mencapai usia 126 tahun. Dengan nasionalisasi perusahaan perkebunan asing pada tahun 1957, pemerintah Indonesia mengambil alih pemilikan perusahaan perkebunan asing tersebut bersama lembaga-lembaga penelitian yang ada di dalamnya. Akibat proses nasionalisasi yang tidak utuh, lembaga penelitian ini tidak memiliki status yang jelas dan sering mengalami perubahan pengelola sebelum ditetapkan menjadi PT RPN.

Proses transformasi LRPI menjadi PT RPN didasarkan pada dukungan Menteri Pertanian melalui surat No. 199/ TU.210/M/2009 dan persetujuan Menteri BUMN melalui surat No. S.713/MBU/2009 tanggal 30 September 2009. Dengan dukungan dan persetujuan dari kedua menteri tersebut, dengan segala konsekuensi lanjutan sebagai sebuah korporasi, akhirnya resmi LRPI menjadi PT RPN, sebuah korporasi yang mendasarkan segala aktivitasnya pada kegiatan riset, pengembangan dan pelayanan.

Pada saat pendirian, disebutkan bahwa PT RPN berkedudukan dan berkantor pusat di Kota Bogor, Jawa Barat. PT RPN terdiri atas Kantor Direksi yang berkedudukan di Bogor dan Puslit/Balit yang menyelenggarakan kegiatan operasional riset, pengembangan dan pelayanan serta usaha perolehan pendapatan. Pada saat ini PT RPN mengelola sebanyak enam Puslit/Balit sebagai berikut:

1. Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) yang berkedudukan di Medan, Sumatera Utara

2. Pusat Penelitian Karet (PPK) yang berkedudukan di Bogor, Jawa Barat yang mengelola tiga Balit:

  • Balai Penelitian Sungei Putih yang berkedudukan di Sungei Putih, Sumatera Utara,
  • Balai Penelitian Sembawa yang berkedudukan di Sembawa, Sumatera Selatan,
  • Balai Penelitian Getas yang berkedudukan di Getas, Salatiga, Jawa Tengah;

3. Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) yang berkedudukan di Gambung, Bandung Selatan, Jawa Barat;

4. Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) yang berkedudukan di Pasuruan, Jawa Timur;

5. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKKI) yang berkedudukan di Jember, Jawa Timur;

6. Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) yang berkedudukan di Bogor, Jawa Barat.


STRUKTUR ORGANISASI


DEWAN KOMISARIS

Erwan Pelawi, SE, MBA.

Komisaris Utama

Dr. H. Anton Achmad Saragih, SE., MM.

Komisaris

Dr. Ir. H. Mat Syukur, MS.

Komisaris


JAJARAN DIREKSI

Dr. Teguh Wahyudi, M.Eng

Direktur Utama

Dr. Aang Munawar

Direktur Keuangan & Umum

Dr. Gede Wibawa

Direktur Riset & Pengembangan

Dr. Luqman Erningpraja

Direktur Komersial & Bisnis

Dr. Misnawi

Direktur Pusat Penelitian Kopi & Kakao Indonesia

Dr. Karyudi

Direktur Pusat Penelitan Karet

Dr. Hasril Hasan Siregar

Direktur Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Dr. Luqman Erningpraja

Caretaker Direktur Pusat Penelitian Teh & Kina

Dr. Aang Munawar

Caretaker Direktur Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia

Dr. Ir. Priyono, DIRS

Direktur Pusat Penelitan Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia

 

HUBUNGI KAMI

PT Riset Perkebunan Nusantara

Jl. Salak No. 1A, Bogor 16128

0251 8333382, 0251 8315985

rpn@rpn.co.id

GALERI