SEMINAR DAN LAUNCHING WPLACE - 2017

 

SEMINAR KEBERLANJUTAN USAHA PERKEBUNAN MELALUI SINERGI PENGEMBANGAN USAHA KECIL, MENENGAH DAN KORPORASI DAN LAUNCHING WORLD PLANTATION CONFERENCES AND EXHIBITION 2017 (WPLACE - 2017), JAKARTA, 2 MARET 2017

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI bekerja sama dengan PT Riset Perkebunan Nusantara menyelenggarakan seminar bertema “Keberlanjutan Usaha Perkebunan melalui Sinergi Pengembangan Usaha Kecil, Menengah dan Korporasi”, dan sekaligus dilanjutkan dengan launching “World Plantation Conferences and Exhibition 2017 (WPLACE - 2017)”.

Seminar diselenggarakan dalam rangka mendukung upaya pengembangan agro industri berbasis perkebunan serta mensinergikan pengembangan usaha kecil dan menengah berbasis perkebunan dengan aktivitas korporasi, baik yang bergerak di hulu maupun di industri hilir perkebunan, sekaligus peningkatan jumlah pengusaha kecil dan menengah untuk dapat mengakses inovasi teknologi sebagai basis usahanya. Seminar ini dikaitkan dengan acara launching karena merupakan rangkaian penting bagi penguatan penyelenggaraan WPLACE 2017, yang sangat membutuhkan dukungan pemerintah dan partisipasi pelaku usaha serta akademisi.

Seminar dan launching WPLACE-2017 dibuka dan diresmikan oleh Bapak Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI serta dihadiri oleh para pejabat dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Teknis, Perusahaan dan Industri Perkebunan, Asosiasi Komoditas dan industri perkebunan.

Dalam pengarahannya Menko menyampaikan hal-hal berikut:

  1. Sub sektor perkebunan sangat berperan penting dalam perekonomian nasional. Namun industri perkebunan di sektor hulu masih mengalami kendala dalam hal kualitas bibit yang ditanam oleh sebagian besar perkebunan rakyat. Oleh karena itu diperlukan dukungan riset dan semua pelaku bisnis perkebunan untuk menciptakan mekanisme dan sinergi agar dapat diciptakan dan diproduksi benih-benih unggul secara massal dengan harga yang terjangkau bagi pelaku usaha utamanya pekebun kecil
  2. Kondisi lain yang menyebabkan kondisi perkebunan nasional masih belum optimal adalah karena sebagian besar tanaman yang diusahakan sudah tua dan rusak sehingga diperlukan peremajaan tanaman dengan menggunakan benih unggul. Untuk perkebunan rakyat diperlukan strategi peremajaan bertahap mengingat keterbatasan kemampuan ekonomi pekebun kecil.
  3. Perbaikan mutu bahan olah dan pengembangan industri hilir perkebunan juga sangat diperlukan untuk meningkatkan harga dan nilai tambah komoditas perkebunan.

Seminar yang diselenggarakan membahas berbagai aspek terkait upaya pengembangan industri perkebunan dengan mendatangkan narasumber yang kompeten dari Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Independent Research And Advisory Indonesia, PT Santos Jaya Abadi -  Kapal Api dan PT Riset Perkebunan Nusantara. Beberapa hal yang dibahas dalam diskusi antara lain:

  1. Subsektor perkebunan berperan penting dalam mengatasi masalah kemiskinan dan ketimpangan. Kontribusi perkebunan akan lebih signifikan apabila pemerintah daerah dan perusahaan-perusahaan di subsektor perkebunan baik BUMN dan swasta (domestik dan asing) ikut aktif dalam mengurangi kemiskinan dan ketimpangan.
  2. Pengembangan industri hilir perkebunan berbasis kebijakan pemerataan sangat diperlukan untuk mencapai kesejahteraan bersama. Upaya pengembangan industri hilir perkebunan tidak hanya dapat diselesaikan melalui pendekatan lahan, tapi juga melalui pendekatan kesempatan dan sumber daya manusia.
  3. Kinerja bisnis perkebunan, khususnya di sektor hulu (on farm), sangat dipengaruhi oleh harga komoditas, yang sangat dinamis karena dipengaruhi oleh variable kondisi penwaran dan permintaan yang juga dipengaruhi oleh berbagai variable antara lain;  pertumbuhan ekonomi dunia, inflasi, pertumbuhan penduduk, iklim, harga minyak dunia, dll. Dengan mempertimbangkan berbagai variable tersebut, diperkirakan harga rata rata pada tahun untuk beberapa komoditas utama perkebunan seperti karet, kelapa sawit, kakao, kopi dan teh hitam, akan lebih baik disbanding harga rata-rata pada saat ini.

Event “World Plantation Conferences and Exhibition 2017 (WPLACE - 2017)” yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 18-20 Oktober di Bali Nusa Dua Convention Center, mengangkat tema: “Plantation in the Current and Future Challenges”. Dalam acara WPLACE akan dibahas berbagai isu terkait upaya pengembangan bisnis komoditas utama perkebunan, yaitu kelapa sawit, karet, kakao, kopi, tebu, dan teh, dalam satu paket konferensi dan eksibisi. Karena penyelenggaraannya dalam satu paket, maka kami mengharapkan WPLACE ini akan menjadi event besar Indonesia yang akan menghadirkan pembicara dan peserta nasional dan internasional.

Melalui event WPLACE 2017 tersebut diharapkan para pelaku industri perkebunan, perumus dan penentu kebijakan, serta para peneliti dapat berinteraksi untuk mencari solusi atas persoalan yang dihadapi oleh industri perkebunan saat ini dan di masa mendatang. Selain itu juga diharapkan dapat dirumuskan langkah-langkah strategis yang perlu diupayakan agar kinerja industri perkebunan nasional ke depan dapat lebih baik, menguntungkan dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan negara.

Diharapkan penyelenggaraan WPLACE - 2017 nantinya dapat berjalan dengan lancar dan sukses serta memberi manfaat bagi kita sekalian. Terima kasih kepada semua pihak atas dukungan dan kehadirannya pada penyelenggaraan seminar hari ini dan launching rencana penyelenggaraan WPLACE-2017 di Bali, 18-20 Oktober 2017.

Sumber: Biro Sekretariat RPN

 

HUBUNGI KAMI

PT Riset Perkebunan Nusantara

Jl. Salak No. 1A, Bogor 16128

0251 8333382, 0251 8315985

rpn@rpn.co.id

GALERI